ينبغِى لِكلِ شارعٍ في فنٍ منَ الفُنونِ أنْ يتصوّرَهُ
ويعرّفَه قبلَ الشُرُعِ فيهِ لِيكونَ على بصِيرَةٍ فيهِ. ويحصل التصوُر بمعرفةِ
المبادِىءِ العَشرَة المنْظُمَة في قولِ بعضِهم
Menurut sebagian para ulama, bahwa sebelum seseorang
mempelajari lebih lanjut tentang suatu ilmu, maka alangkah lebih baik jika orang
tersebut mengetahui dan memahami terlebih dahulu tentang mabadi’ ilmu itu.
Kita disini akan membahas tentang ilmu nahwu, maka dianjurkan bagi kita untuk
mengetahi dan memahami mabadi’ ilmu tersebut. Seluruh mabadi ilmu
termasuk ilmu nahwu, semuanya berjumlah sepuluh, sebagaimana yang terdapat
dalam sya’ir ini:
إنّ المبادِيَ كلّ فنٍ عشرة *** الحدُّ والموضوعُ ثُمَّ
ثمرَة
وفضلُهُ ونِسبَةٌ والوَاضِعُ *** والإسمُ الإستمْدادُ حكمُ
الشّارعُ
مسائِلٌ والبعضُ بالبعضِ الكتَفى *** ومنْ درَى الجميع
حازالشرفّا
Sesungguhnya
setiap disiplin ilmu memiliki sepuluh aspek dasr (mabadi’) yaitu: 1) pentertiannya
(hadd). 2) objeknya (maudu’). 3) kegunaanya (tsamrah) 4)
keutamaannya (fadlhl). 5) hubungannya dengan ilmu lain (nisbah). 6)
peletak dasar/yang pertama menyusunnya (wadi’). 7) namanya (ism). 8)
pengambilan (istimdad). 9) hukum mempelajarinya (hukm al-syari’).
10) dan problematikanya (masa’il). Kesepuluh aspek dasar itu satu sama
lain saling melengkapi. Barangsipa mengetahui aspek dasar tersebut, ia akan memperoleh
kemuliaan.
Kata mabda’
adalah bentuk tunggal (mufrad), sedangjak jamaknya adalah mabadi.
Dari segi bahasa mabda’ berarti tempat permulaan, dasar, pokok atau
asal. Adapun secara istilah, pengertian mabda adalah sebagai berikut
هيَ الَّتي
يَتوَقّفُ عليهَا مسائلُ العِلْمِ
Sesuatu
yang menjadi dasar pengenalan pokok bahasan problematika ilmu
Maksud dari mabadi
dalam ilmu nahwu adalah suatu pemaparan tentang gambaran pokok permasalahan ilmu nahwu yang meliputi
definisi, objek, manfan ilmu nahwu dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment