Sunday, October 27, 2019

العلم

No comments:
Ilmu dalam fan mantik terbagi menjadi dua bagian yaitu ilmu kadim yaitu ilmu yang tak didahului dengan kebodohan dan bukan dari hasil belajar ilmu kadim ini adalah ilmunya Allah SWT. Yang kedua adalah ilmu hadis yaitu ilmu yang didahului dengan kebodohan dan dihasilkan dengan cara belajar, hal ini sesuai dengan keterangan Inamallilmu bitta'alum artinya ilmu itu hanya bisa dihasilkan dengan cara dipelajari. 

Dalam ilmu mantik yang akan dibahas adalah masalah ilmu hadits yang meliputi istilah tasawur dan tasdik, ta'rif dan hujjah, kuli dan kuliah, juzi dan juziyah, akas dan tanakud, mujabah dan salibah, kam dan kaif, mufrodat dan murokabat, Dilalah dan kodiyah, naqid muwafiq dan Naqid mukholif. 

Itulah bagian istilah-istilah dalam fan mantik, adapun penjelasan atas masing-masing istilah tersebut  akan dibahas dalam postingan selanjutnya. 

Thursday, January 30, 2014

Mabadi Ilmu Nahwu

No comments:
ينبغِى لِكلِ شارعٍ في فنٍ منَ الفُنونِ أنْ يتصوّرَهُ ويعرّفَه قبلَ الشُرُعِ فيهِ لِيكونَ على بصِيرَةٍ فيهِ. ويحصل التصوُر بمعرفةِ المبادِىءِ العَشرَة المنْظُمَة في قولِ بعضِهم
Menurut sebagian para ulama, bahwa sebelum seseorang mempelajari lebih lanjut tentang suatu ilmu, maka alangkah lebih baik jika orang tersebut mengetahui dan memahami terlebih dahulu tentang mabadi’ ilmu itu. Kita disini akan membahas tentang ilmu nahwu, maka dianjurkan bagi kita untuk mengetahi dan memahami mabadi’ ilmu tersebut. Seluruh mabadi ilmu termasuk ilmu nahwu, semuanya berjumlah sepuluh, sebagaimana yang terdapat dalam sya’ir ini:
إنّ المبادِيَ كلّ فنٍ عشرة *** الحدُّ والموضوعُ ثُمَّ ثمرَة
وفضلُهُ ونِسبَةٌ والوَاضِعُ *** والإسمُ الإستمْدادُ حكمُ الشّارعُ
مسائِلٌ والبعضُ بالبعضِ الكتَفى *** ومنْ درَى الجميع حازالشرفّا
Sesungguhnya setiap disiplin ilmu memiliki sepuluh aspek dasr (mabadi’) yaitu: 1) pentertiannya (hadd). 2) objeknya (maudu’). 3) kegunaanya (tsamrah) 4) keutamaannya (fadlhl). 5) hubungannya dengan ilmu lain (nisbah). 6) peletak dasar/yang pertama menyusunnya (wadi’). 7) namanya (ism). 8) pengambilan (istimdad). 9) hukum mempelajarinya (hukm al-syari’). 10) dan problematikanya (masa’il). Kesepuluh aspek dasar itu satu sama lain saling melengkapi. Barangsipa mengetahui aspek dasar tersebut, ia akan memperoleh kemuliaan.
Kata mabda’ adalah bentuk tunggal (mufrad), sedangjak jamaknya adalah mabadi. Dari segi bahasa mabda’ berarti tempat permulaan, dasar, pokok atau asal. Adapun secara istilah, pengertian mabda adalah sebagai berikut
هيَ الَّتي يَتوَقّفُ عليهَا مسائلُ العِلْمِ
Sesuatu yang menjadi dasar pengenalan pokok bahasan problematika ilmu
Maksud dari mabadi dalam ilmu nahwu adalah suatu pemaparan tentang gambaran pokok  permasalahan ilmu nahwu yang meliputi definisi, objek, manfan ilmu nahwu dan lain-lain.